
Bapak Abdul Hamid, S.Pd., dari SDN Sooko 2, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Mojokerto, indobangkit.com – Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober oleh masyarakat Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus mengingat kembali pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Bapak Abdul Hamid, S.Pd., dari SDN Sooko 2, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, turut menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila memiliki lima sila yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui berbagai tindakan sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Di lingkungan sekolah, penerapan nilai Pancasila dapat dilakukan dengan saling menghormati antarsiswa, menjaga kerukunan, bekerja sama dalam kegiatan sekolah, menghargai perbedaan pendapat, serta membantu teman yang membutuhkan. Sikap tersebut dapat membentuk lingkungan sekolah yang rukun dan saling menghargai.
Sebagai seorang pendidik, Bapak Abdul Hamid turut mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi bagian dari keberagaman bangsa yang perlu dihargai.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan mengambil nilai positif dari perjalanan bangsa. Dengan memahami Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat ikut menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Bersama Pancasila, kita jaga persatuan dan terus membangun Indonesia dengan semangat kebersamaan.”
Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober. Pancasila dalam tindakan, persatuan dalam kehidupan
Penulis : Imam iswah yudi.
Tidak ada komentar