
Indobangkit.com SIDOARJO – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendopo Balai Desa Kureksari, Jalan Flamboyan Nomor 53, RT 02 RW 02, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/11/2026) malam. Ratusan warga berkumpul mengikuti kegiatan Sholawat dan Ngaji Bareng bersama Habib Hadi Asyegaf dan Gus Eeng dalam rangkaian tradisi Bersih Desa Kureksari.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya serta tradisi keagamaan yang telah tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan sholawat. Suasana semakin khusyuk ketika jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Sholahudin.
Memasuki rangkaian berikutnya, Kepala Desa Kureksari Wishom Sahudi menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta berpartisipasi aktif dalam membangun desa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti berupa ceramah keagamaan oleh Habib Hadi Asyegaf dan Gus Eeng. Melalui tausiah yang disampaikan, masyarakat diajak untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat akhlak, menjaga hubungan baik antarsesama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan desa, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menjadi gambaran nyata kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Tradisi Bersih Desa tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 0816/16 Waru Desa Kureksari, Serda Sayekti, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai positif dalam memperkuat persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurutnya, melalui kegiatan sholawat dan pengajian bersama, masyarakat memiliki kesempatan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta memperkokoh rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus bentuk kepedulian TNI dalam mendukung setiap kegiatan positif yang tumbuh dan berkembang di wilayah binaan. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap kebersamaan dan kerukunan antarwarga Desa Kureksari semakin kuat. Tradisi Bersih Desa hendaknya menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kami sebagai aparat kewilayahan akan terus berupaya hadir dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Serda Sayekti.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, memelihara toleransi, serta bersama-sama menciptakan suasana desa yang damai, guyub, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tradisi Bersih Desa Kureksari dapat terus dilestarikan sebagai warisan kebersamaan yang sarat nilai religius, sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah desa, TNI-Polri, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Desa Kureksari yang rukun, religius, aman, dan harmonis.
Tidak ada komentar